Rabu, 11 Agustus 2010

Bangga Menjadi Diri Sendiri :)

 Teman-teman semua, maap yak saya baru sempet nge-update postingan blog saya! hehehe... soalnya saya sedang banyak "fans" yg mengerubuti saya. hehehe... Oke oke.. saya sebagai presiden Amerika Serikat *huekk ingin mengucapkan......
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1431 H bagi yang menjalankannya. Kalo yang gak menjalankannya...

Tolong dong beliin saya makanan buat buka puasa! Kirim ke email saya yak? (?) hehehe... emangnya bisa yak?

Eh, ngomong-ngomong saya daritadi basa-basi mulu yak? udah gitu basa-basinya kagak jelas lagi! main hahaha... hehehe... hohohoo... kagak jelas mulu! lama-lama saya juga bosen! hahaha... tapi gak kenapa-napa sih. IT IS ME! Yap, bener 100% ini saya apa adanya. Saya bangga sekali menjadi diri saya sendiri. Tapi kadang-kadang saya juga benci pada diri saya sendiri. Lho? Jadi pada bingung deh!  hahaha... teneng sodara-sodaraku semua... saya benci diri saya sendiri itu mah dulu. Kalo sekarang sih bangga bener! Hahaha... Setelah saya membaca suatu bacaan tentang Bahagianya Menjadi Diri Sendiri saya mulai bangga menjadi diri saya sendiri. 
Hmmm... bagi temen-temen yg gak tau bangganya menjadi diri sendiri mari simak bacaan berikut ini...


 Alkisah, di puncak sebuah mercusuar, tampak lampu mercusuar yang gagah dengan sinarnya menerangi kegelapan malam. Lampu itu menjadi tumpuan perahu para nelayan mencari arah dan petunjuk menuju pulang.
  Dari kejauhan, pada sebuah jendela kecil di rumah penjaga mercusuar, sebuah lampu minyak setiap malam melihat dengan perasaan iri ke arah mercusuar. Dia mengeluhkan kondisinya, “Aku hanyalah sebuah lampu minyak yang berada di dalam rumah yang kecil, gelap dan pengap. Sungguh menyedihkan, memalukan, dan tidak terhormat. Sedangkan lampu mercusuar di atas sana, tampak begitu hebat, terang dan perkasa. Ah….Seandainya aku berada di dekat mercusuar itu, pasti hidupku akan lebih berarti, karena akan banyak orang yang melihat kepadaku dan aku pun bisa membantu kapal para nelayan menemukan arah untuk membawanya pulang ke rumah mereka dan keluarganya.”
  Suatu ketika, di suatu malam yang pekat, petugas mercusuar membawa lampu minyak untuk menerangi jalan menuju mercusuar. Setibanya di sana, penjaga itu meletakkan lampu minyak di dekat mercusuar dan meninggalkannya di samping lampu mercusuar. Si lampu minyak senang sekali. Impiannya menjadi kenyataan. Akhirnya ia bisa bersanding dengan mercusuar yang gagah. Tetapi, kegembiraannya hanya sesaat. Karena perbandingan cahaya yang tidak seimbang, maka tidak seorang pun yang melihat atau memperhatikan lampu minyak. Bahkan, dari kejauhan si lampu minyak hampir tidak tampak sama sekali karena begitu lemah dan kecil.
  Saat itu, lampu itu menyadari satu hal. Ia tahu bahwa untuk menjadikan dirinya berarti, dia harus berada di tempat yang tepat, yakni di dalam sebuah kamar. Entah seberapa kotor, kecil dan pengapnya kamar itu, tetapi di sanalah lebih bermanfaat. Sebab, meski nyalanya tak sebesar mercusuar, lampu kecil itu juga bisa memancarkan sinarnya menerangi kegelapan untuk orang lain. Lampu kini tahu, sifat iri hati karena selalu membandingkan diri dengan yang lain, justru membuat dirinya tidak bahagia dan memiliki arti. 

Sumber cerita : http://www.andriewongso.com/artikel/aw_artikel/623/Menjadi_Diri_Sendiri/

  Nah, temen-temen hikmahnya adalah kita tidak boleh rendah diri. Dikit-dikit ngeluh, dikit-dikit selalu membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang lebih hebat. Eits! Sebenarnya boleh sih kita ngebandingin diri kita dengan diri orang lain yang lebih hebat tapi jangan ngebuat kita merasa lemah dan tak berarti apa-apa. Seharusnya perbandingan itu membuat kita semangat dan maju *weits! bahasanya. Jadi kesimpulannya kita harus percaya diri menjadi diri kita sendiri. 
Be your self aja lagi...  
Okay? :) :p :D o.O

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Udah selesai bacanya? Kalo udah komen ya?
Kalo belum? BACA LAGI SAMPE SELESAI!
:) :) hohohoho....